Anbar Tidak Menuntut Perubahan untuk Datang Begitu Saja
April 5, 2016
Pengalaman Membantu Fadhil Memahami Kekerasan Verbal
April 5, 2016
Show all

Kesempatan yang Datang Tak Disangka oleh Dwi

Menjadi bagian dari Action! merupakan hal yang tidak saya sangka. Berawal dari ajakan Tantra, saya lalu memutuskan untuk bergabung sebagai volunteer. Di bawah arahan kak Silvia, saya dan Tantra membantu membangun hubungan dengan beberapa SMP di Jakarta dan Depok yang potensial diajak bekerja sama.

Selain mengundang sekolah untuk hadir ke Action! grand launching event pada 11 Maret silam, kami juga diminta bernegosiasi dengan SMPN 4 Jakarta yang ditargetkan sebagai lokasi pelaksanaan Action! Peer Consulting Workshop perdana. Jarak antara rumah saya dengan SMPN 4 Jakarta yang relatif dekat membuat tugas ini lebih mudah dilaksanakan. Awalnya, pihak sekolah antusias dengan kegiatan Action! yang ditawarkan. Akan tetapi, permintaan untuk menjadikan sekolah sebagai lokasi pelaksanaan workshop di luar hari sekolah tidak disanggupi oleh pihak sekolah.

Pun begitu, pihak SMPN 4 tetap menyambut baik apabila kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat; sementara komitmen pekerjaan dan sekolah tidak memungkinkan tim Action! untuk melaksanakan workshop kecuali paa akhir pekan. Oleh sebab itu, akhirnya kami mulai mencari sekolah lain yang dapat diajak bekerja sama sebagai lokasi pelaksanaan workshop dan akhirnya berhasil tercapai kesepakatan dengan SMPN 18 Jakarta yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat.

***

Sehari sebelum workshop, kami melakukan rapat koordinasi. Ravio memimpin rapat koordinasi selaku programming and content lead dari Action! #BreakTheChain. Setelah rapat, kami beristirahat agar segar ketika memandu workshop esok hari.

Pagi hari, rasanya tidak sabar ingin bertemu dengan teman-teman dari SMPN 18 Jakarta. Kami berangkat menuju sekolah dengan menggunakan jasa transportasi publik. Sesampainya di sekolah, kami tak membuang-buang waktu dan segera memulai persiapan—mulai dari mengatur ruangan, berkoordinasi dengan pihak catering makanan, dan menata kursi-kursi yang akan digunakan agar sesuai dengan kebutuhan workshop.

Usai mempersiapkan ruangan, saya dan Sartika memandu para peserta yang telah registrasi untuk menikmati hidangan teh, kopi, dan kue untuk sarapan. Meskipun awalnya malu-malu, mereka tetap menyantap dengan lahap hidangan pagi yang kami siapkan.

***

Pada pukul 10, para peserta mulai bergerak menuju ruangan workshop untuk mengikuti jalannya kegiatan pelatihan konsultan sebaya. Mereka duduk berkelompok; terlihat beberapa siswa yang protes karena tidak ditempatkan di kelompok yang sama dengan teman mereka, namun kekecewaan mereka tidak bertahan lama karena muncul lagi teman mereka yang memiliki nomor kelompok yang sama. Saya sendiri menikmati tugas berperan sebagai fasilitator untuk kelompok 8 memandu para peserta memahami toleransi terhadap perbedaan dan keberagaman serta peran mereka sebagai konsultan sebaya.


Dwi Admiana Widiastuti adalah mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Indonesia dan berkontribusi sebagai Action! Volunteer untuk tim Strategic Partnership. Dwi berperan pula sebagai fasilitator kelompok untuk Action! Peer Consulting Workshop sebagai substitusi bagi Khansaa, anggota tim Action! yang berhalangan mengikuti kegiatan di Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *